Skip to content

Posts from the ‘Adab’ Category

30
Jan
Masjid 262

Hukum Berjabat Tangan Dengan Wanita Tua Yang Bukan Mahram

Yang dimaksud dengan mahram adalah orang yang tidak boleh dinikahi karena adanya hubungan kerabat sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an dan hadits. Bukan muhrim seperti yang beredar di masyarakat kita, karena muhrim adalah orang yang melaksanakan haji.

Pertanyaan :

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Bazz rahimahullah pernah ditanya, “Apa hukum bagi laki-laki berjabat tangan dengan wanita bukan mahram yang lanjut usia? Apakah hukumnya jika ia melapisi tanggannya dengan kain atau lainnya.” Read moreRead more

9
Dec
M.Jami Lampuuk - Aceh Besar

Adab-Adab Ketika Bersin

Bersin adalah sesuatu yang disukai Allah Ta’ala, dan bahkan bersin itu adalah pemberian dari Allah, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 

اَلْعُطَاسُ مِنَ اللهِ وَالتَّثَاؤُبُ مِنَ الشَّيْطَانِ،

فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَضَعْ يَدَهُ عَلَى فِيْهِ،

وَإِذَا قَالَ: آهْ آهْ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَضْحَكُ مِنْ جَوْفِهِ،

وَإِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ

 

“Bersin itu dari Allah dan menguap itu dari syaithon. Jika salah seorang diantara kalian menguap, hendaknya dia menutup dengan tangannya. Jika ia mengatakan, “aah…” berarti syaithon sedang tertawa di dalam perutnya. Sesungguhnya Allah menyukai perbuatan bersin dan membenci menguap.” (Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 2746; al-Hakim, IV/264; Ibnu Khuzaimah, no. 921 dan Ibnu Sunni dalam kitab ‘Amalul Yaum wal Lailah, no. 2666. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Albani dalam Shohiih al-Jaami’, no. 4009). Read moreRead more

24
Oct
syarat diterimanya amal

Syarat Diterimanya Amal

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.

Kaum muslimin yang kami muliakan, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan jin dan manusia untuk tujuan yang agung, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ (56)

 

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

Inilah tujuan diciptakannya jin dan manusia, yakni supaya mereka menghambakan diri hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala secara murni, dengan mentaati perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut kepada-Nya. Untuk inilah sebenarnya kita diciptakan. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah mengutus para Rasul untuk menyeru kepada manusia agar beribadah hanya kepada Allah semata dan menjauhi segala bentuk ibadah kepada selain Allah. (Khutbah Jum’at Pilihan Setahun, hal. 10) Read moreRead more

Switch to our mobile site