Ketika Kencing, Perlukah Menjawab Salam?
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.
Pertanyaan :
Ketika kita sedang berada dalam kondisi buang hajat, tiba-tiba ada yang memberi salam. Apakah kita perlu membalasnya?
Jawab :
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia bercerita,
أَنَّ رَجُلاً مَرَّ وَرَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبُوْلُ،
فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ
“Seorang laki-laki berpapasan dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau dengan buang air kecil. Ia pun memberi salam kepada Nabi, namun beliau tidak membalasnya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Msulim, no. 370). Read more
Bolehkah Kencing Sambil Berdiri?
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.
An-Nasa’i rahimahullah menyebutkan di dalam kitabnya, Sunan an-Nasa’i, hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya ia bercerita:
مَنْ حَدَّثَكُمْ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ قَائِمًا
فَلاَ تُصَدِّقُوْهُ، مَا كَانَ يَبُوْلُ إِلاَّ جَالِسًا
“Siapa saja yang bercerita kepada kalian bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam buang air kecil sambil berdiri, maka janganlah percaya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah ang air, kecuali dalam posisi duduk (jongkok).” (Diriwayatkan oleh an-Nasa’i, no. 29 dan dishohihkan oleh al-Albani dalam Silsilah ash-Shohiihah, no. 201) Read more
Ketika Sedang Sholat Sunnah, Tiba-Tiba Iqomah Dikumandangkan
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.
Pembaca yang dirohmati Allah Ta’ala, sering kali seorang Muslim mengerjakan sholat sunnah Rowatib atau sholat Tahiyatul Masjid sebelum sholat berjama’ah dimulai. Namun tiba-tiba muadzin mengumandangkan iqomah. Apakah yang harus ia lakukan? Melanjutkan sholat sunnahnya hingga salam ataukah segera memutus sholat sunnahnya dan mengikuti sholat wajib? Berikut ini sebagian hadits yang berkaitan dengan masalah ini dan juga jawaban untuk pertanyaan di atas. Semoga bermanfaat. Read more
Anjuran Sholat Dua Raka’at Sesudah Wudhu
An-Nawawi rahimahullah menyebutkan di dalam kitabnya, Riyaadhush Shaalihiin, pada bab 209 tentang Anjuran Sholat Dua Raka’at Sesudah Wudhu, hadits no. 1146.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ،
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِبِلاَلٍ عِنْدَ صَلاَةِ الْفَجْرِ:
يَا بِلاَلُ، حَدِّثْنِيْ بِأَرْجَى عَمَلٍ عَمِلْتَهُ فِي الإِسْلاَمِ،
فَإِنِّي سَمِعْتُ دَفَّ نَعْلَيْكَ بَيْنَ يَدَيَّ فِي الْجَنَّةِ،
قَالَ: مَا عَمِلْتُ عَمَلاً أَرْجَى عِنْدِي
أَنِّي لَمْ أَتَطَهَّرْ طَهُوْرًا فِيْ سَاعَةِ لَيْلٍ أَوْ نَهَارٍ
إِلاَّ صَلَّيْتُ بِذَلِكَ الطُّهُوْرِ مَا كُتِبَ لِيْ أَنْ أُصَلِّيَ
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada Bilal ketika sholat Fajar, “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan yang paling engkau harapkan pahalanya sejak engkau memeluk Islam! Sesungguhnya aku mendengarkan bunyi kedua sandalmu di depanku di dalam surga”. Bilal menjawab, “Aku tidaklah mengerjakan suatu amal yang paling aku harapkan pahalanya, selain dari pada setiap kali bersuci, baik di waktu malam atau siang, aku selalu mengerjakan sholat semampu saya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhori, no. 1149 dan Muslim, no. 6274). Read more
Keutamaan Berwudhu’
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.
Wudhu’ (اَلْوُضُوْءُ) dengan mendhomahkan huruf wawu, artinya adalah perbuatan wudhu. Adapun jika huruf wawunya di fat-hah kan menjadi wadhu’ (اَلْوَضُوْءُ), artinya adalah air wudhu.
Wudhu adalah amalan yang ringan tapi pengaruhnya sangat menakjubkan dan luar biasa. Selain menghapuskan dosa kecil, wudhu’ juga mengangkat derajat seorang hamba sehingga hamba itu layak meraih kedudukan yang tinggi di sisi Allah Ta’ala. Read more
Masalah-Masalah Aktual Seputar Makanan
Perkembangan zaman, dengan segala realitas kehidupan yang ada di dalamnya, telah memunculkan berbagai persoalan baru yang memerlukan respon keagamaan yang tepat dan argumentatif. Banyak masalah baru yang tidak ada pada zaman dahulu, tidak ada pula dalam kitab-kitab klasik. Dibutuhkan kedalaman ilmu dan fatwa ulama masa kini untuk membahas persoalan baru tersebut yang relevan dengan konteks kenyataan zaman sekarang. Berikut ini beberapa contoh masalah-masalah baru seputar makanan yang kami sarikan dari fatwa ulama.
1. Pemboikotan Produk Orang Kafir
Seiring dengan menggilanya orang-orang kafir dalam aksi-aksi setan mereka terhadap kaum muslimin, mencuatkan seruan-seruan pemboikotan produk kafir. Bahkan lebih dari itu, mereka menyatakan bahwa pemboikotan ini hukumnya adalah fardhu ‘ain setiap muslim[1] dan membeli satu saja dari produk kafir hukumnya haram dan dosa besar. Namun, apakah sikap dan pernyataan ini bisa dibenarkan? Read more
Mengingat Kematian, Melembutnya Hati
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ،
فَإِنَّهُ لَْم يَذْكُرْهُ أَحَدٌ فِي ضِيْقٍ مِنَ الْعَيْشِ إِلاَّ وَسَّعَهُ عَلَيْهِ،
وَلاَ ذَكَرَهُ فِيْ سَعَةٍ إِلاَّ ضَيَّقَهَا عَلَيْهِ
“Perbanyaklah kalian mengingat pemutus seluruh kenikmatan, yaitu kematian. Karena sesungguhnya tidaklah seseorang mengingatnya ketika ditimpa kesulitan hidup, melainkan akan membuatnya merasa lapang. Dan tidaklah ia mengingatnya di saat lapang, malainkan hal itu akan membuatnya merasa sempit.” (Diriwayatkan oleh ath-Thobroni dalam Mu’jamul Ausath, no. 8560; Ibnu Hibban, no. 2993; dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 7/354. Hadits ini dinilai hasan oleh al-Albani dalam Irwaa-ul Gholiil, no. 682). Read more
PP Hamaltul Qur’an Menerima Santri Baru
Mencetak generasi penghafal al Qur’an …
Melalui Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, Bantul Yogyakarta
Mukadimah
Di antara wasiat Nabi shalallahu alaihi wasallam kepada umatnya:
“Aku tinggalkan kepada kamu semua dua perkara, jika kamu semua berpegang teguh dengannya maka selamanya tidak akan tersesat: Kitab Allah Al-Quran, dan Sunnah Rasulullah” (HR. Hakim, shahih). Read more
Jadikan Akhirat Sebagai Tujuan
Diriwayatkan dari ‘Abdurrahman bin ‘Utsman bin ‘Affan, dari ayahnya, ia berkata, “Zaid bin Tsabit keluar dari tempat Marwan pada siang hari. Aku berkata, “Tidaklah Marwan mengutus Zaid datang kepadanya pada saat seperti ini, melainkan untuk satu hal yang ingin ia tanyakan. Lalu aku pun bertanya kepada Zaid tentang hal tersebut. Zaid menjawab, “Ia bertanya kepada kami tentang apa-apa yang kami dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ
وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا كُتِبَ لَهُ،
وَمَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ لَهُ أَمْرَهُ
وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.
“Barangiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya maka Allah akan mencerai beraikan urusannya, dan menjadikan kefakiran di pelupuk matanya, dan dunia tidak akan datang kepadanya melainkan apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang akhirat menjadi tujuannya maka Allah akan menyatukan urusannya, dan menjadikan berkecukupan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 3313 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Shohiihah, no. 950). Read more
Hukum Sholat di Masjid Yang Ada Kuburannya
Pertanyaan :
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Bazz rahimahullah pernah ditanya, “Ada yang mengatakan bahwa sholat di masjid yang di dalamnya terdapat satu kuburan berbeda hukumnya dengan masjid yang terdapat padanya dua kuburan, tiga kuburan, dan seterusnya. Kami mengharapkan penjelasan bagaimana hukumnya hal tersebut. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
لَعَنَ اللهُ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسْجِدًا
“Allah melaknat Yahudi dan Nashrani, yang menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhori, no. 425 dan Muslim, no. 531)
Untuk diketahui juga, sebagian orang yang datang ke Madinah berdalil bahwa di dalam masjid Nabi juga terdapat makam beliau dan makam dua sahabat radhiyallahu ‘anhma. Padahal masjid tersebut sama juga dengan masjid pada umumnya, yang di dalamnya terdapat kuburan. Mohon penjelasnnya. Read more


